GR33N H4CK3R C0MMuNiTY
06 September 2010

Navigation
· Home
· Articles
· News
· Forum
· Gallery
· Downloads
· Web Links
· Search
· FAQ
· Contact Me

· The Rules


Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.

Forum Threads
Newest Threads
· Belajar VB
· apa arti nama kalian...
· bagi member baru gre...
· Windows 8 telah Boco...
· Salam perkenalan dar...
Hottest Threads
· bagi member baru ... [104]
· LIINKER JS [69]
· apa arti nama kal... [50]

Users Online
· Guests Online: 2

· Members Online: 0

· Total Members: 585
· Newest Member: etrox

  Sony Corp Klarifikasi Somasi Sony AK
NewsMenurut penjelasan pihak Sony Indonesia--yang menghubungi kantor pusat Sony Corp di Tokyo, Jepang, lewat teleconference--belum selesainya kasus somasi tersebut dikarenakan masih ada satu kendala yang mengganjal. "Masalahnya, trade mark (Sony Corp di Jepang) sampai saat ini belum bisa menghubungi kuasa hukumnya (di Indonesia) untuk dimintai keterangan," kata Rini F Hasbi, Senior Manager Head of Marketing Communications Sony Indonesia, kepada detikINET, Minggu (14/3/2010). Sulitnya menghubungi kuasa hukum Sony di Indonesia--Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP), menurut dia, membuat pihak Sony di Jepang kesulitan untuk menjernihkan masalah ini. Sebab, asal muasal permasalahan ini adalah surat somasi yang dilayangkan kepada Sony AK melalui kuasa hukum tersebut. "Itu sebabnya ada miskomunikasi di sini. Trade mark tidak pernah memberikan perintah untuk langsung mensomasi Sony AK, hanya meminta notifikasi dan finding fact (mencari fakta) dari HHP, apakah perlu diteruskan untuk mengambil langkah hukum atau tidak," kata Rini. Menurut dia, segala urusan yang menyangkut masalah hak merek dagang atau trade mark Sony di seluruh dunia--termasuk Indonesia--semua dikendalikan langsung dari pusat oleh Sony Corp di Jepang. Begitu pun di Indonesia, Sony Corp juga menunjuk langsung kuasa hukumnya untuk mengurus sengketa nama domain Sony AK ini. "Itu sebabnya, mengapa kami awalnya tidak tahu tentang kasus ini sebelum ramai di media dan internet. Sebab, urusannya tidak lewat kami. Trade mark langsung ke HHP. Kami di Sony Indonesia hanya mengurus sales dan marketing saja," jelasnya. Meski demikian, Rini tak mau Sony Indonesia dan Sony Corp dianggap buang bodi dan melepas tanggung jawabnya begitu saja atas apa yang telah terjadi. Itu sebabnya, lanjut dia, Sony Corp terus mendesak klarifikasi dari kuasa hukumnya agar bisa segera menjernihkan masalah. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada titik terang. Kami sangat mengerti kenapa kasus ini jadi ramai. Kami tak pernah menyangsikan peran media dan the power of Facebook. Kami juga takut kalau nantinya disomasi," tutup penjelasan Rini yang mewakili Sony Corp dan Sony Indonesia. Ada benarnya jika HHP sulit dihubungi oleh Sony Corp. Sejak kemarin, detikINET juga telah coba menghubungi kantor kuasa hukum yang beralamat di Gedung Bursa Efek Indonesia itu lewat sambungan telepon dan email. Namun sayangnya, email tak berbalas dan telepon tak kunjung tersambung. Jawaban dari email hanya notifikasi "Out of Office". Sedangkan telepon yang diangkat oleh resepsionis kantor HHP cuma memberi penjelasan bahwa kuasa hukum Sony itu sedang libur. Jika pihak Sony Corp dan kuasa hukumnya tidak segera menjernihkan kasus ini, bukan tidak mungkin buntutnya akan semakin panjang dan membuat citra Sony tercoreng--tak hanya di Indonesia, tapi juga seantero jagad lewat penyebaran internet. Terlebih, sudah sangat banyak pihak yang ingin Sony Corp digugat balik lewat class action. Banyak pihak yang tidak terima, ketika Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh Sony Corp lantaran nama "Sony" yang melekat di situs pribadinya--cuma karena alasan kalau-kalau situs dengan label "Sony" itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya. Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan oleh kuasa hukum Sony Corp dengan dua pilihan sulit: melepas nama "Sony" atau diseret ke meja hijau. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kasus sengketa nama domain ini pun bergulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: "Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!". Sejauh ini anggota grup itu sudah lebih dari 5.800 orang. Selain ancaman somasi balik terhadap Sony Corp, raksasa elektronik itu juga semakin tertekan dengan ancaman boikot atas produk-produknya. Seruan untuk memboikot produk Sony pun mulai ramai disuarakan di Twitter dan Facebook melalui berbagai grup di situs jejaring itu. ( rou / rou ) diambil dari: http://www.detikinet.com/read/2010/03/14/142113/1317928/399/sony-corp-klarifikasi-somasi-sony-ak
  Comments
No Comments have been Posted.

  Post Comment
Please Login to Post a Comment.

  Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.

Top 5 Forum Posters
neraka_punya_aku 225
dikanewbie 177
mu_fi_ed 160
dian 157
HantuCeria 137

Top 5 Articles Posters
captaintux 15
Hadoitz 9
iBNuX 9
Dark JokEr 5
bLind_o 2

Top 5 News Posters
dikanewbie 70
Dark JokEr 68
12OE17HY 13
iBNuX 8
captaintux 6

Shoutbox
You must login to post a message.

28 August 2010
permisiiiii

16 August 2010
wkwkwk masa ya aku, ntar tak ajaran maen komputer lho Grin

03 August 2010
@N7114 tu bang amoe aja yg jadi babysitter... peace.. Grin

03 August 2010
hoamzzzz anak ku rewel mulu. mirip dah ma papa nya. ckckck tambah pusing ane.. hahaha ada yang mu jadi babysitter gk ? Pfft

02 August 2010
wah, udah 3 hari flu, jarang OL jadinya

27 July 2010
uda ...

24 July 2010
@anack_gorontalo: met datang Grin @N7114: wakakaka, agak lama bu Grin

24 July 2010
pusing budregh, anak gw kembar. uda brp bulan ye ane gk hang di sini ? huhuhuhu

24 July 2010
malam all... ikut gbang ya

22 July 2010
@hantuceria:hehe, yang skripsi kekekke, sibuk amat